Rahasia Hikmah Tidur Di Masjid
![]() |
| Ilustrai gambar dari: https://pixabay.com/id/photos/anak-berdoa-muslim-islam-iman-1077793/ |
Bermula Dari Pengalaman
Mungkin sobat juga pernah mengalami ini. Suatu hari masuk sebuah masjid, lalu di salah satu sudutnya menemukan tulisan, "Dilarang tidur di masjid". Hadeuh!! bola mata yang tadinya nyaris redup, tiba-tiba terbelalak melotot. Dan seketika saya tidak mau sembarangan tidur di masjid walaupun lelah dan ngantuk, sebelum memeriksa keadaan. Kalau dirasa tidak ada larangan tidur, maka berdoa saja, bismika....
Lalu apa yang sobat pikirkan tentang tulisan "Dilarang tidur di masjid" tersebut? Padahal sepengetahuan saya, masjid itu dibuat untuk melayani umat. Karena fasilitas di masjid bukanlah milik pribadi, melainkan wakaf dari umat untuk kebaikan umat. Sehingga hemat saya para pengurus masjid itu harus berpikir bagaimana caranya supaya bisa maksimal melayani umat. Gerak umat berjamaah akan mudah jika masjidnya melayani umat dengan ramah.
Masjid Berfungsi Sosial
Bahkan di masjid tertentu ide khidmatul umat ini sudah mengejawantah dengan solusi nyata bukan hanya bisa membuat umat betah berlama-lama i'tikaf. Lebih dari itu ada yang sudah melejit menjadi lembaga yang solutif baik secara ekonomi dengan berdirinya BMT (Baitul Mal wa Tamwil), maupun secara sosial dengan menyediakan klinik kesehatan, atau program-program inovatif lainnya sebagai solusi permasalahan umat. Dan diantara dampak positif dari kreativitas fungsi masjid tersebut ialah masyarakat semakin tertarik untuk berjamaah memakmurkan masjid tersebut.
Mungkin untuk masjid di kampung rasa-rasanya masih jauh dari fungsi masjid secara luas seperti itu. Hal ini terjadi disebabkan masih sempitnya pemahaman masyarakat tentang fungsi masjid secara luas. Alih-alih menjelma menjadi lembaga solutif, masjid dan aktivisnya justru masih berkutat pada bagaimana agar umat (masyarakat) tertarik berjamaah sebagaimana mereka tertarik pada hiburan seperti dangdutan.
Bukankah dalam sejarah jelas-jelas dapat kita maknai bagaimana Rasulullah Saw. dan para sahabatnya memfungsikan masjid itu lebih dari sekedar tempat shalat. Mereka menggunakan mesjid sebagai sarana dakwah, tarbiyah (pendidikan), sosial (keumatan), bahkan lebih dari itu. Tetapi muaranya jelas adalah untuk kepentingan agama dan umat secara umum. Dengan penuh kebijaksanaan Rasulullah Saw dan para sahabatnya begitu welcome terhadap semua tingkatan masyarakat. Sebagai contoh pernah terjadi di masjid anak-anak bermain pedang-pedangan atau latihan perang. Namun Rasulullah Saw. tidak melarangnya. Begitu fungsi ramahnya masjid kepada umat.
Tujuan Sebenarnya
Adapun jaman sekarang adanya larangan tidur di masjid mungkin tujuannya baik. Mengingat masih banyak orang yang tidak disiplin dalam kesehariannya, seperti buang sampah sembarangan, habis buang air besar maupun kecil lupa disiram, termasuk tidur-tiduran di masjid dengan tujuan yang tidak jelas. Tiada lain tujuan pengurus masjid adalah untuk menjaga kebersihan dan kesucian tempat ibadah tersebut. Karena ketika seseorang tertidur biasanya suka menghasilkan sebuah cairan dari dalam mulutnya berupa lendir. Orang Sagarahiang menyebutnya dahdir. Dan cairan ini terkesan menjijikkan sehingga membuat karpet mesjid beraroma tak sedap.
Seandainya saja setiap orang punya kedisiplinan dalam menjaga kebersihan, maka mungkin tulisan larangan tidur tersebut sudah tak diperlukan. Bahkan boleh jadi tidur di masjid akan dianjurkan. Terlebih kepada anak-anak. Tujuannya adalah tarbiyah (pendidikan).
Dan menurut hemat saya anak-anak sebagai generasi muda Islam itu harus mengalami tidur di masjid minimal seumur hidup sekali. Hal ini untuk mendekatkan ingatan, jiwa dan emosional mereka ke masjid. Sehingga suatu saat dewasa nanti menjadi orang yang hatinya tertambat ke masjid. Dia tidak akan malu, ragu dan kaku memasuki masjid untuk shalat, ngaji, dan beraktivitas positif lainnya.
Bahkan tidur di masjid ini merupakan aktivitas mendidik. Lebih jauh tidur di masjid ini nyunah, mengikuti atsar salah satu sahabat mulia yang menjadi menantu Rasulullah Saw. yaitu sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. Kemuliaan beliau itu tidak diragukan lagi hingga digelari Karomallohu Wajhah (Allah memuliakan wajahnya). Selain gelar tersebut, beliaupun digelari sebagai Abi Thurab atau Bapak Tanah. Alasannya karena beliau pernah tidur di masjid. Dan pada waktu itu masjid tidak semegah jaman now, melainkan hanyalah beralaskan tanah. Inilah rahasia hikmah tidur di masjid. Subhanallah.
Kepada Anda yang sekarang bapak-bapak. Dan Anda termasuk ahli masjid, begitu dekat dan kenal dengan masjid. Coba diingat-ingat, bukankah dulu ketika kecil sering tidur di masjid atau musholla. Tanpa Kita sadari aktivitas masa kecil itu turut mendidik anda sehingga menjadi orang hatinya nyantol ke masjid. Lalu bagaimana nasib anak-anak kita jaman now kalau mereka tidak dikenalkan dekat ke masjid melalui aktivitas dakwah, program remaja masjid, bahkan hingga tidur di masjid? Maka mari kita bijak demi masa depan estapet perjuangan kita memakmurkan masjid.
Masjid Al-Amin Sagarahiang saat ini tahap pembangunan sudah memasuki hari kedelapan. Masih panjang waktu yang ditempuh hingga selesai gunting pita. Insyaa Allah program dan aktivitas memakmurkan masjidnya nanti akan lebih ditingkatkan. Dan kami tidak mau terlalu lama mewujudkan mimpi punya masjid Al-Amin wajah baru yang lebih modern, megah, dan ramah. Dan untuk itu diperlukan kerjasama dengan berbagai komponen masyarakat. Termasuk Anda, para pembaca. Mau mengabadikan harta Anda di akhirat? Boleh Wakaf, Infak, Sedekah melalui panitia pembangunan masjid al-Amin Sagarahiang dengan transfer ke rekening BJB atas nama Panitia Pembangunan Masjid Al-Amin ini: 0116528711100


Posting Komentar untuk "Rahasia Hikmah Tidur Di Masjid"