Robohnya Masjid Kami
Pada tahun 1956 terbit pertama kali sebuah buku kumpulan cerpen fenomenal karya A.A. Navis berjudul Robohnya Surau Kami. Di dalamnya berisi satire kritikan terhadap kondisi sosial masyarakat saat itu. Diantaranya tentang tokoh yang terlalu cenderung bergelut dengan kesalehan pribadi saja. Dari ibadah ke ibadah ritual saja tanpa mengindahkan bentuk ibadah lainnya seperti bekerja keras dan ibadah sosial lainnya. Padahal alam Indonesia yang kaya ini membutuhkan tangan-tangan cerdas kreatif untuk dikelola oleh hamba-hamba Allah yang saleh.
Robohnya tempat ibadah dalam karya sastra tersebut bukan makna sebenarnya. Melainkan hanyalah sebuah sindiran sebagai kritik sosial. Berbeda halnya dengan masjid Al-Amin Sagarahiang. Hari ini benar-benar roboh secara fisik, namun justru bangkit secara spirit. Karena memang sengaja dirobohkan untuk dibangun kembali dengan konsep dan kondisi yang lebih baik.
Dengan kondisi seperti ini justru kesalehan sosial sedang tumbuh subur di Sagarahiang. Adanya pandemi yang terlalu dilebih-lebihkan pemberitaannya tidak terlalu berpengaruh pada spirit membangun masjid. Dari hari ke hari segala bala bantuan berdatangan. Baik berupa dana maupun daya. Alhamdulillah ini trend positif yang mesti terus dilestarikan. Dan salut kepada para pemuda yang tak mengenal lelah untuk mewujudkan mimpi memiliki masjid yang indah.
Sayang untuk hari keempat ini saya tidak bisa hadir secara fisik ke TKP. Namun jangan ditanya kalau psikis batin Insyaa Allah tetap hadir seperti Anda. Minimal dengan mendoakan agar semuanya berjalan sukses tanpa ekses ya, hehehe.
Beruntung ini era media sosial. Jadi betapapun ada jarak yang memisahkan, tetap masih bisa menyaksikannya dari kejauhan melalui status teman-teman maupun dari grup WA. Dan betapa sangat mengharukan saat takbir dan shalawat bergemuruh mengiringi robohnya kubah prisma masjid kami. Walhasil hari ini bangunan sudah rata dengan tanah. PR nya kemudian, membangun ulang dengan perhitungan matang. Insyaa Allah semua bersinergi peduli dari hal terkecil seperti meluruskan arah kiblat, tempat wudhu yang representatif, toilet dan sebagainya akan diperhatikan secara seksama.
Besok, meskipun Jum'at tidaklah libur, melainkan ada jadwal kerja bakti membersihkan puing-puing yang tersisa. Itulah yang didapat malam ini. Mudah-mudahan tiada aral melintang untuk bisa berpartisipasi dalam khidmah pada rumah Allah ini.
Dan Alhamdulillah kabar menggembirakan pun terus hadir bertubi-tubi. Diantaranya bukti transfer dari hamba Allah yang dipublikasikan oleh bendahara, para pemuda yang kreatif membuat nasgor untuk jamaah dan lainnya. Semoga semakin banyak hamba-hamba Allah yang tergerak hatinya untuk berderma. Dan mudah-mudahan Anda pun termasuk hamba pilihan Allah tersebut.
Oh iya, hampir lupa, jika Anda ingin menyisihkan rezeki dengan wakaf, infak, atau sedekah untuk pembangunan masjid Al-Amin Sagarahiang, langsung saja hubungi Panitia. Bahkan tidak ada salahnya jika transfer langsung ke rekening BJB atas nama Panitia Pembangunan Masjid Al-Amin Sagarahiang ini: 0116528711100
Semoga bermanfaat. Salam sehat lahir batin.
Tonton juga detik-detik robohnya Masjid Al-Amin Sagarahiang di sini:

Posting Komentar untuk "Robohnya Masjid Kami"